Web Ini Merupakan Laman Web Resmi Desa Bungkeng Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. Web ini Berisi Tentang Seluruh Informasi Desa Bungkeng Baik Berupa Kegiatan Warga, Informasi Desa dan lain-lain.
DESA BUNGKENG
Home » » ADA HIBURAN DALAM ACARA SELAMATAN 7 HARI MENINGGALNYA SALAH SATU WARGA DESA BUNGKENG

ADA HIBURAN DALAM ACARA SELAMATAN 7 HARI MENINGGALNYA SALAH SATU WARGA DESA BUNGKENG



Tanpa terasa sudah hampir 1 minggu kita berda di desa Bungkeng ini. Memang, tak banyak warga yang tahu akan kehadiran kita di sini. Namun, usaha kita untuk berbaur dengan warga selalu kita tingkatkan setiap harinya. Salah satunya dngan cara membantu di acara selamatan 7 hari meninggalnya salah seorang warga di desa Bungkeng tempat kami mengabdi.

            Terdapat semacam dercak kagum melihat antusias warga yang membantu di rumah  almarhumah  ibu Hawiyeh, salah satu warga desa Bungkeng yang meninggal. Hari ini tanggal 15 Januari 2018 tepat tujuh hari meninggalnya almarhumah ibu Hawiyeh. Tradisi di desa Bungkeng, setiap ada yang meninggal maka akan diadakan selametan selama 7 hari berturut-turut. Disebut Tujuh Hari Meninggalnya, karena pada hari ke tujuh tersebut merupakan puncak dari runtutan acara selametan.

            Kebiasaan adat kerjasama masyarakat ini dalam bentuk sosial yaitu bergotong royong memang patut untuk diacungi jempol, karena menurut pengakuan salah satu anak almarhumah  mengatakan bahwa “Memang sudah menjadi tradisi di desa Bungkeng. Jika ada salah satu warga Bungkeng yang meninggal maka warga desa Bungkeng terutama ibu-ibu siap sedia membantu selama tujuh hari berturut-turut mulai pukul 07.00-21.00.” Dari pengakuan tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai kerukunan dan kerjasama warga desa Bungkeng sangat kental. Mereka menyadari bahwa manusia tidak bisa hidup sendirian. Manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Ketika kamu membutuhkan buku, berarti kamu  memerlukan penjual buku, ketika kamu membutuhkan pakaian, berartikamu memerlukan  penjual pakaian. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Sebagai manusia kita memiliki tetangga. Nah, warga desa Bungkeng menyadarai akan hal tersebut. Sehingga ketika ada salah satu warga yang mendapati musibah, seluruh warga akan bergotong royong untuk membantunya.
            Gotong royong merupakan sikaphidup, cara kerja, dan kebiasaan yang sudah dikenal secara turun temurun. Dalam gotong royong, orang akan menyelesaikan suatu kegiatan secara bersama-sama dengan saling berbagi tugas dan saling tolong menolong. Demikianlah yang dilakukan oleh warga desa Bungkeng, untuk memudahkan acara tujuh hari meninggalnya almarhumah ibu Hawiyeh, ibu-ibu di desa Bungkeng memiliki inisiatif untuk membawa peralatan yang sekiranya dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan di rumah duka. Jika memang tidak ada yang perluuntuk dibawa, ibu-ibu desa Bungkeng akan dengan senang hati membantu memasak, membuat kue, dan minuman untuk menjamu para tamu undangan yang umumnya akan mencapai 400 warga yang datang ketika cuaca sedang cerah.

            Alih-alih bergotong royong, untuk meringankan beban dalam mempersiapan jamuan tujuh hari meninggalnya almarhumah ibu Hawiyeh, ibu-ibu desa Bungkeng juga memiliki jurus-jurus untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan. Dengan saling menggoda, bersenda gurau dengan ibu-ibu yang lain atau bahkan dengan keluarga yang sedang berduka membuat suasana menjadi ramai dan nyaman. Hal tersebut akan membantu keluarga yang ditingglakan untuk sejenak melupakan kesedihan karena ditinggalkan oleh keluarga tercinta.

            Terdapat beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari kebiasaan masyarakat di desa Bungkeng yaitu, adanya kesadaran yang tinggi bahwa mereka merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, manusia pada dasarnya bergantung dengan manusia lainnya, manusia perlu menyesuaikan diri dengan anggota masyarakat yang lainnya. Sehingga tumbuhlah antusias gotong royong dalam masyarakat Bungkeng.

0 comments:

Post a Comment