Web Ini Merupakan Laman Web Resmi Desa Bungkeng Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. Web ini Berisi Tentang Seluruh Informasi Desa Bungkeng Baik Berupa Kegiatan Warga, Informasi Desa dan lain-lain.
DESA BUNGKENG
Home » » Gema Suara Srikandi Bungkeng Di Siang Bolong

Gema Suara Srikandi Bungkeng Di Siang Bolong



Pemandangan yang sangat menawan. Kibaran jilbab warna hitam berjalan menuju satu tujuan. Bukan sesuatu yang awam bagi kami sebenarnya. Acara rutinan yang disebut sholawat nabi biasa dilakukan oleh srikandi-srikandi Bungkeng tiap hari jumat. Hanya saja, yang sedikit mengherankan adalah acara rutinan yang biasanya dilakukan malam hari, ini dilakukan di siang hari. Memang mengenai waktu pelaksanaan acara rutinan tidak ada aturannya. Namun, bagi kami yang pendatang sedikit merasa aneh karena di daerah kami masing-masing acara semacam itu dilakukan malam hari.

Kita tinggalkan pembahasan mengenai waktu pelaksanaan rutinan Srikandi Bungkeng. Karena sekali lagi, waktu pelaksanaan tidak terikat dengan aturan. Acara berlangsung hikimat. Satu per satu susunan acara dilaksanakan. Seperti, membaca surah Yasin, Al-Waqiah, kemudian tahlil, dan dilanjutkan dengan sholawat nabi. Kita mungkin sering membaca sholawat, apalagi saat ini sangat banyak album-album sholawat yang bermunculan. Sering juga kita melantunkan sholawat. Namun, apakah kita tahu apa sebenarnya sholawat itu? Sholawat dalam kamus bahasa arab adalah bentuk jamak dari kata sebagaimana yang terbentuk dalam kamus Munjid, shalawat, Jashallat, Shalat  yang memiliki arti doa  (Luwis Ma'luf, Al-Munjid dalam Fauziyah FH, 2015). Jika bentuknya tunggal, shalat.  Jika bentuknya jamak sholawat yang mengandung arti doa untuk mengingat Allah SWT terus menerus. Sedangkan sholawat menurut istilah artinya adalah rahmat yang sempurna, kesempurnaan atas rahmat bagi kekasihnya (Fauziyah FH, 2015).

Kita sudah tahu apa itu arti sholawat? Selanjutnya kita kembali ke pembahasan Srikandi Bungkeng. Siapa mereka? Ya, mereka adalah perempuan-perempuan Bungkeng yang memiliki suara emas. Suara-suara mereka mampu menyentuh hati siapapun yang mendengarkannya. Tidak hanya remaja, kaum ibu-ibu juga mengikuti acara rutinan ini. Hampir seluruhnya memiliki suara yang sangat merdu. Secara bergantian mereka memimpin sholawat nabi yang dibawakan dengan berbagai irama yang berbeda. Suasana yang begitu hikmat. Tak jarang dari kami yang pendatang menggelengkan kepala tiap kali pemimpin sholawat membacakan sholawat secara bergantian. Memang, Srikandi Bungkeng tidak dapat diragukan lagi mengenai kualitas suaranya. Meski berada di tempat yang jauh dari keramaian dan modernisasi, mereka tetap dapat menunjukkan eksistensi kualitasnya. Kualitas tidak hanya terwujud dari bagaimana seseorang tersebut bersaing dalam dunia pendidikan, tetapi dari kreatifitas juga dapat menjadikan seseorang tersebut berkualitas.

Kegiatan tersebut merupakan kearifan lokal yang sudah menjadi kebiasaan warga desa Bungkeng khususnya kaum perempuan. Berbicara mengenai kearifan lokal, secara etimologis kearifan berarti kemampuan seseorang dalam menggunakan akal pikirannya untuk menyikapi suatu kejadian, objek atau situasi. Sedangkan lokal, menunjukkan ruang interaksi dimana peristiwa atau interaksi tersebut terjadi. Dengan kata lain, kearifan lokal merupakan kemampuan menyikapi dan memberdayakan potensi nilai luhur budaya setempat. Hal tersebut telah dilakukan oleh warga Bungkeng. Mereka telah memberdayakan potensi nilai luhur nenek moyang mereka dengan tetap melakukan kegiatan rutinan sholawat nabi tiap hari jumat.
Tidak mudah dalam mempertahankan kearifan lokal di era modern ini, tapi warga Bungkeng masih dapat mempertahankan eksistensinya untuk mempertahankan kearifan lokal yang ada di daerahnya.

0 comments:

Post a Comment