Web Ini Merupakan Laman Web Resmi Desa Bungkeng Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. Web ini Berisi Tentang Seluruh Informasi Desa Bungkeng Baik Berupa Kegiatan Warga, Informasi Desa dan lain-lain.
DESA BUNGKENG
Home » » BROWNISE SUKUN, SEBAGAI UPAYA MENGEMBANGKAN POTENSI DESA BUNGKENG

BROWNISE SUKUN, SEBAGAI UPAYA MENGEMBANGKAN POTENSI DESA BUNGKENG






            Mendengar kata brownise mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita yang hidup di jaman serba canggih ini. Brownise merupakan makanan sejenis kue-kuean dengaan rasa coklat yang lezat. Namun, karena perkembangan kreatifitas manusia saat ini, tidak hanya brownise rasa coklat saja. Berbagai varian rasa brownise telah berkembang di pasaran seperti, brownise dengan rasa stroberi, pisang, kacang, green tea, dan masih banyak varian rasa lainnya. Karena banyaknya penggemar kue brownise, para penjual berlomba untuk menciptakan berbagai ciri khas pada brownise yang mereka jual untuk menarik minat pembeli. Brownise yang awalnya hanya dimasak di oven sekarang sudah berkembang lagi menjadi brownise kukus. Hal tersebut merupakan cara pedagang untuk tetap eksis di dunia perdagangan dengan menginovasi berbagai dagangan mereka.
            Di kota-kota besar mungkin makanan ini sudah biasa, namun bagaimana jika di desa? Ternyata sudah banyak juga yang mengetahui kue ini. Terbukti jika kue brownise termasuk dalam kue yang banyak diminati oleh masyarakat. Di desa Bungkeng kecamatan Tanjung Bumi,  Madura misalnya, mereka sudah mengetahui jenis kue ini padahal kondisi desa yang terpaut cukup jauh dari jangkauan kota. Dari situ, kami KKN kelompok 1 Universitas Trunojoyo Madura 2018, memiliki inisiatif untuk memanfaatkan minat warga desa Bungkeng terhadap kue brownise mampu mengembangkan potensi yang ada di desa Bungkeng ini. Salah satu7 potensi desa Bungkeng adalah sukun. Di desa Bungkeng, buah sukun sangat berlimpah keberadaanya. Hampir seluruh warga desa Bungkeng memiliki pohon sukun ini. Tiap pohon buahnya sangat berlimpah hingga jatuhke tanah dengan percuma.hal ini sangat disayangkan, padahal jika warga Bungkeng berminat untuk mengembangkan potensi tersebut akan sangat bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakatnya.
            Memang, tidak semua buah sukun terbuang secara percuma. Warga Bungkeng biasanya menjual sukun secara utuh tanpa diolah terlebih dahulu ke pasar terdekat. Tiap 15 buah sukun dijual seharga 10 ribu kepada pengepul. Padahal, jika warga Bungkeng mampu untuk menginovasi buah sukun tersebut kemungkinan besar akan mendapatkan untung yang lebih banyak. Dari situ, kami ingin membantu untuk menyadarkan warga Bungkeng agar lebih dapat memanfaatkan potensi sukun yang ada di desa Bungkeng.
17 Januari 2018, kami melakukan sosialisasi tentang berbagai macam jenis olahan sukun kepada warga desa Bungkeng. Dari banyaknya warga yang hadir dapat membuktikan bahwa mereka berantusias untuk dapat mengembangkan potensi yang ada di desanya tersebut. Memang kebanyakan yang hadir adalah kaum  ibu-ibu, namun tidak sedikit bapak-bapak yang ikut serta menghadiri sosialisasi ini. Kami mulai dengan demo membuat brownise sukun, mengapa kita mengadakan sosialisasi tentang berbagai macam olahgan sukun dan produk utamanya adalah brownise sukun? alasannya adalah, kami memanfaatkan potensi yang ada di desa Bungkeng yang kebetulan adalah buah sukun agar nantinya mereka dapat mengembangkan inovasi yang sudah kami berikan, yang kedua mengapa brownise sukun sebagai produk unggulan? Karena banyaknya minat warga terhadap kue yang terkenal lezat ini. Selain itu, masih belum banyak yang mengetahui bahwa buah sukun dapat menjadi campuran untuk membuat kue brownise. Tentunya akan menjadi suatu hal yang menarik jika dijual di pasaran.

Antusias ibu-ibu Bungkeng memang tidak dapat dipungkiri, mereka ikut serta dalam proses pembuatan kue brownise sukun yang kami harapkan dapat dikembangkan sendiri oleh warga Bungkeng untuk membantu mengembangkan potensi sukun serta perekonomian warga Bungkeng. Untuk mempermudah pemasaran, kami juga sudah menyediakan logo produk yang kami serahkan kepada warga Bungkeng yang nantinya ingin menjual produk yang telah kami sosialisasikan. Selain brownise, kami juga menginovasi buah sukun menjadi olahan sukun crispy, puding sukun, dan klepon sukun. semakin banyak inovasi yang kami berikan, diharapkan mampu menginspirasi dan mendorong warga Bungkeng untuk mengembangkannya.

0 comments:

Post a Comment