Web Ini Merupakan Laman Web Resmi Desa Bungkeng Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. Web ini Berisi Tentang Seluruh Informasi Desa Bungkeng Baik Berupa Kegiatan Warga, Informasi Desa dan lain-lain.
DESA BUNGKENG
Home » » GALAH SAKTI MA’ TURAH WARGA BUNGKENG MAMPU MENGHIDUPI PEREKONOMIAN KELUARGANYA

GALAH SAKTI MA’ TURAH WARGA BUNGKENG MAMPU MENGHIDUPI PEREKONOMIAN KELUARGANYA


Indonesia telah mengambil sejumlah langkah penting dalam meningkatkan ketercapaiannya dalam bidang ekonomi dan sosial. Di tengah lemahnya kondisi global dan turunnya harga ekspor komoditas, pertumbuhan masih relatif bagus. Kebijakan sudah diarahkan menuju penguatan pasar untuk barang produksi, peningkatan iklim usha, dan pengurangan korupsi. Kemiskinan juga sudah diatasi dengan memperluas berbagai program sosial. (sumber: Basis data OECD Economic Outlook).
Berbicara mengenai permasalahan perekonomian di Indonesia memang tidak ada ujungnya. Namun, pemerintah telah mengerahkan seluruh usahanya demi perbaikan perekonomian di Indonesia. Terbukti, dari sumber OECD perekonomian di Indonesia sudah mengalami peningkatan. Namun bagaimana dengan kondisi perekonomian di desa yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah? Salah satunya adalah desa Bungkeng. Bungkeng merupakan salah satu desa di kecamatan Tanjung Bumi, Madura. Dari kondisi perekonomian warganya, Bungkeng termasuk desa yang sejahtera. Hal tersebut apat dilihat dari kondisi warga dan lingkungannya yang sudah cukup memadai. Sumber air bersihpun berlimpah, kondisi alam desa Bungkeng yang subur juga dapat mendukung perekonomian warganya, peternakan warga Bungkeng juga tidak memiliki kendala. Dari kelebihan-kelebihan tersebut dapat disimpulkan bahwa perekonomian warga Bungkeng sudah mengalami kemajuan.
Untuk mengetahui lebih luas tentang bagaimana kondisi perekonomian warga Bungkeng, kami KKN kelompok 1 menggali informasi dari salah seorang warga Bungkeng. Beliau adalah Ma’ Turah. Usianya sekitar 50 tahun. Ia tinggal di rumah sederhana namun berkecukupan. Kegiatan sehari-harinya hanya merawat hewan ternak dan pergi ke kebun di samping rumahnya untuk mengmbul sukun. Yah, memang sudah terkenal jika di desa Bungkeng buah sukun sangat melimpah ruah. Salah satu sumber perekonomian yang menjajikan untuk warga Bungkeng adalah dari hasil penjualan buah sukun. Seperti yang dilakukan Ma’ Turah setiap sorenya dengan galah sakti kesangannya. Beliau hanya mnegmbil buah sukun yang Rajeh jika dalam Bahasa Madura yang artinya Besar, selain itu yang sudah mengeluarkan getahnya. Jjika sukun memenuhi kriteria tersebut, artinya sukun siap dipanen.

Sukun-sukun yang sudah dipanen oleh Ma’ Turah kemudian dikumpulkan dan menunggu pengepul langganannya untuk dijual ke Sampang. Ma’ Turah dan warga lain tidak mengalami kesulitan dalam menjual sukunnya karena sudah meiliki langganan masing-masing untuk menjual sukunnya. Jadi, tidak khawatir sukun yang sudah siap dipanen akan terbuang sia-sia. Harga setiap 15 buah sukun 10.000. Meski tidak terlalu mahal mengingat melimpahnya sukun yang terdapat di desa Bungkeng, sudah sangat membantu perekonomian warganya. Yang menjadi ciri khas ketika proses jual beli sukun adalah dilakukan setiap malam hari hanya dengan membiarkan sukun-sukun yang sudah dipanen di dalam keranjang kemudian diletakkan di pinggir jalan. Setelah itu pengepul dengan sendirinya akan mengampil sukun yang sudah di pinggir jalan tersebut. waarga Bungkeng tidak khawatir sukunsukunnya akan hilang karena sudah mempercayakan kepada pengepul.
Dari hasil galah Ma’ Turah setiap sorenya mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga Ma’ Turah, begitu penjelasannya. Dibantu dengan hasil ternak dan keluarga yang merantau di Banjarmasin, Ma’ Turah mengaku tidak pernah mengalami kesulitan mengenai perkonomiaannya. Begitulah kisah Ma’ Turah salah satu warga Bungkeng dengan galah saktinya yang mampu mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

0 comments:

Post a Comment